10/25/14

PENGGOLONGAN DAN GENESA BAHAN GALIAN

Tidak semua tempat dipermukaan bumi terdapat semua jenis bahan galian yang anda pelajari. Dari pengalaman lapangan terdapat hubungan yang erat antara genesa ((cara terbentuknya) bahan galian dan tempat dimana bahan galian tersebut ditemukan. Berbagai cara penggolongan bahan galian telah disusun. Anda tinggal mengaplikasikan sesuatu dengan keperluan.

2.1. PENGGOLONGAN BAHAN GALIAN
Penggolongan bahan galian dapat dilakukan dengan beberapa cara. Model penggolongan yang mana yang dapat anda lakukan sangat tergantung pada keperluannya. Penggolongan tersebut adalah sebagai berikut:
(1). Berdasarkan atas cara terbentuknya
  • Bahan galian primer
  • Bahan galian sekunder
(2). Berdasarkan atas bentuk/fasenya
  • Berbentuk padat, antara lain batubara
  • Berbentuk cair, antara lain minyak bumi
  • Berbentuk gas, gas alam
(3). Berdasarkan atas unsure pembentuknya
  • Bahan galian logam, antara lain galena
  • Bahan galian non logam, batugamping
(4). Berdasarkan atas terdapatnya
  • Bahan galian yang berada didekat permukaan, antara lain batu lempung
  • Bahan galian yang berada jauh dari permukaan, antara lain chalcopyrit
(5). Berdasarkan atas cara teknik penambangan
  • Tambang permukaan, antara lain pasir besi
  • Tambang dalam, antara lain batubara
(6). Berdasarkan atas cara pengambilannya
  • Bahan galian yang diambil dengan cara dipompa, antara lain minyak bumi
  • Bahan galian yang diambil dengan cara disedot, antara lain timah di laut
  • Bahan galian yang diambil dengan cara digali, antara lain kaolin
  • Bahan galian yang diambil dengan cara disemprot, antara lain pasir
(7). Berdasarkan atas peranannya dalam pembangunan bangsa
  • Bahan galian strategis, antara lain minyak bumi
  • Bahan galian vital, antara lain batubara
  • Bahan galian non strategis dan non vital, antara lain batugamping
(8). Berdasarkan atas keberadaannya
  • Bahan galian yang ada di darat, antara lain aspalt
  • Bahan galian yang ada di laut, antara lain minyak bumi
(9). Berdasarkan atas tingkat kemurniannya
  • Bahan galian berbentuk unsur murni, antara lain emas, perak, intan
  • Bahan galian dalam bentuk senyawa, antara lain tembaga, perak, emas
Dari berbagai cara penggolongan bahan galian tersebut, penggolongan yang bersifat universal, paling ilmiah dan paling netral adalah pembagian yang didasarkan atas cara terjadinya (genesa), yaitu
  • (1). Bahan galian primer
  • (2). Bahan galian sekunder.
Pertimbangan yang lain; pembagian bahan galian nomor 2 sampai dengan nomor 9, ada yang masuk pada bahan galian primer atau bahan galian sekunder.

2.2. GENESA BAHAN GALIAN
Seperti telah dijelaskan pada uraian tersebut di atas, pembagian yang sifatnya universal, ilmiah dan netral adalah: Bahan galian primer dan Bahan galian sekunder
(1). Bahan galian primer
Bahan galian primer adalah bahan galian yang terjadinya berkaitan langsung dengan proses kegiatan magma. Magma pada saat membeku akan terjadi diferensiasi magma yaitu:
  • Magma yang bersifat asam, akan menghasilkan batuan beku asam, contoh granit
  • Magma yang bersifat intermediate, akan menghasilkan batuan beku intermediate, contoh diorit
  • Magma bersifat basa, akan menghasilkan batuan beku yang bersifat basa.,nontoh gabro
Deferensiasi magma akan mengikuti suatu reaksi yang dikenal dengan reaksi Bowen (Bowen Reaction Series
Pada Bowen Reaction Series tersebut akan diikuti dengan proses pembentukan mneral logam dan mineral non logam

Disamping terjadi diferensiasi, akan terjadi pembentukan berbagai:
  • macam mineral non logam
  • macam mineral logam
Tempat pembekuan magma juga berbeda-beda:
  • Ada yang membeku dekat permukaan, proses pembekuannya berlangsung relative lebih cepat, mineral tidak ada kesempatan membentuk diri sesuai dengan bentuk kristal ideal, ukuran mineral kecil-kecil sehingga tampak halus
  • Ada yang membeku jauh dari permukaan, proses pembekuannya berlangsung relative lebih lambat, kristal ada kesempatan membentuk diri sesuai dengan bentuk Kristal ideal, ukuran mineral besar-besar sehingga tampak kasar

Gambar 2.3. Proses terjadinya batuan intrusi (gbr.kiri), dan batuan ekstrusi (gbr.kanan)


Pembentukan bahan gaiian dapat juga terjadi secara perlahan-lahan sesuai dengan titik beku dari logam yang bersangkutan. Oleh sebab itulah:
  • Bahan galian logam dapat dijumpai dalam keadaan murni antara lain emas dan perak
  • Bahan galian dalam keadaan campuran dari beberapa logam, antara lain sylvanit [(AuAg)Te2]
    • Keduanya dijumpai dengan Jumlah relatif sedikit,
    • Diperhitungkan dalam ppm (part per million)= gram per ton batuan.

Untuk memisahkan berbagai jenis antara:
  • Mineral non logam dan logam,
  • Mineral logam dengan mineral logam lainnya,
  • Mineral non logam dengan mineral non logam lainnya
Dilakukan dengan teknik flotasi atau dengan ore dressing
  • Berdasarkan atas hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya konsentrasi bahan galian sesuai dengan jenis batuan yang terbentuk.
  • Masing-masing jenis batuan akan menempati daerah tertentu.
  • Penyebaran batuan dapat dilihat pada peta geologi (yang sudah tersedia) atau peta geologi (yang akan dibuat). Untuk itu, maka:
    • Mencari dan melihat data geologi dilapangan wajib dikuasai
    • Menduga keberadaan bahan galian dapat dibaca dari peta topografi harus cermat
    • Sebagai seorang geologist, kemampuan membuat peta geologi harus dikuasai
    • Anda akan menjadi geologist dengan tingkat kompetensi tiinggi, nilainya “mahal”
2). Bahan galian sekunder
Bahan galian sekunder adalah bahan galian yang merupakan hasil rombakan/detrital batuan yang terbentuk secara primer. Seperti telah anda ketahui, batuan yang terbentuk secara primer adalah batuan beku.
  • Oleh sebab itu bahan galian sekunder akan dijumpai pada batuan sedimen.
Batuan beku juga dapat mengalami proses metamorfose menjadi batuan metamorf.
  • Oleh sebab itu bahan galian sekunder akan dijumpai pada batuan metamorf.
  • Variasi jenis mineral logam yang dijumpai pada batuan metamorf sangat ditentukan oleh batuan asalnya.
Kesimpulan akhir:
Bahan galian sesuai dengan cara terjadinya dapat dijumpai pada daerah penyebaran:
  • Batuan beku
  • Batuan sedimen
  • Batuan metamorf
Catatan
Dalam hal komponen/fragmen pembentuk batuan sedimen merupakan batuan karbonate dan mempunyai besar ukuran butir:
  • Pebble-granule disebut sebagai calcirudite
  • Sand disebut sebagai calcarenite
  • Silt-clay disebut sebagai calcilutite

Dengan melihat peta geologi (yang sudah ada) atau peta geologi yang berhasil dibuat, anda dapat melakukan interpretasi awal tentang:
  • (1). Variasi bahan galian yang ada disuatu daerah
  • (2). Namun anda belum dapat mengetahui jumlah cadangan yang ada
    • Untuk kepentingan yang ke-2 anda harus melakukan pemetaan geologi detail (rinci)

BERBAGAI MACAM MINERAL NON LOGAM DAPAT DIBACA PADA BUKU: bahan galian industry (Sukandarrumidi, 2004)

2.3. TERDAPATNYA BAHAN GALIAN
Bahan galian dapat dijumpai dimana saja, namun bahan galian Industri tertentu akan terdapat pada batuan tertentu pula

  • Didaerah batuan beku:
    • umumnya dijumpai mineral logam yang terbentuk secara primer (baca buku: Geologi mineral logam-Sukandarrumidi 2009)
    • mineral hasil alterasi (baca buku Bahan galian industri-Sukandarrumidi 2004)
    • mineral yang berkaitan dengan metamorphose kontak (marmer, slate)
    • energi geothermal
  • Didaerah batuan sedimen:
    • Endapan sedimenter
    • Endapan evaporasi
    • Endapan placer
    • Endapan karbonat
    • Endapan hidrokarbon (minyak dan gas bumi) dan batubara
  • Didaerah batuan metamorf
    • Tergantung pada batuan asal (yang akhirnya menjadi batuan metamorfik)
    • Endapan metamorfose regional, lokal/kontak
Dengan demikian makin banyak variasi lithologi yang dapat dibaca pada peta geologi:
  • Makin bervariasi macam bahan galian yang ditemukan.
  • Tetapi anda tidak dapat menilai kuantita (jumlah) dan kualitas (mutu)
  • Untuk itu diperlukan pemetaan geologi detail, dan pengambilan contoh batuan ditindaklanjuti dengan analisa laboratorium

Dari genesa dan bentukan morfologi anda sudah dapat menduga bahan galian apa yang akan didapatkan didaerah tersebut. Beberapa contoh dapat dilihat sebagai berikut:

Masih banyak indikator/pertanda alam yang dapat dipakai sebagai tempat kemungkinan didapatkannya bahan tambang. Perhatikan hal-hal berikut:
  • Ditemuinya orang yang menambang bahan galian di daerah goa, pada umumnya menunjukan bahwa daerah tersebut merupakan pelamparan batugamping.
  • Dijumpainya air terjun menunjukkan ditempat itu terdapat batuan dengan tingkat resistensi tinggi, mungkin batuan beku atau batuan sedimen jenis breksi
  • Ditemuinya laki-laki yang mengidap penyakit kencing batu merupakan indikator bahwa ditempat tersebut terdapat pelamparan batugamping atau pelamparan napal
  • Dijumpainya endapan kaolin dalam jumlah yang banyak menunjukkan ditempat tersebut merupakan tempat singkapan granite


Featured Post

TEKNIK DETERMINASI

Siapkan perlengkapan untuk determinasi sebagai berikut: Mikroskop binokuler Tray yang berlubang-lubang kecil dengan dasar h...