4/25/14

Zaman Kapur di Eropa Barat dan Afrika Utara



Di antara pegunungan Ural dan Perisai Fenoskandia selama zaman kapur bagian bawah telah terjadi cekungan laut. Di dalam cekungan itu telah diendapkan batupasir berglaukonit, lempung hitam denagan fosil Simbrsakites dan batupasir yang mengandung besi. Selama zaman kapur bagian atas hubungan cekungan ini lengan laut afrika terputus, akibatnya terjadilah sebuah cekungan yang kearah selatan berhubungan dengan laut Tethys. Pada cekungan ini berturut-turut secara stratigrafi akan berkembang batupasir yang berglaukonit, batuan klastik yang bersifat gampingan dan napalan.
            Berbatasan dengan cekungan tersebut di atas, Jerman dan Swedia selatan merupakan pelemparan laut dangkal, demikain juga Denmark. Di Jerman endapan kapur atas terutama berkembang sebagai batugamping yang banyak  mengandung fosil terutama Inoceramus dan napal dengan fosil Belemnitella. Di Swedia berkembang sebagai fasies gampingan yang banyak mengandung silika. DI Denmark berkembang sebagai jenjang dnian dengan fosil yang khas Nautilus danicu


 







Fosil Nautilus danicus


Di daerah afrika selama Cenomanian terjadi genangan laut yng terdapat pada bagian luas dari gurun sahara, di mana untuk pertama kallinya dan yang paling penghabisan daerah itu merupakan lautan. Di Afrika utara selama zaman kapur merupakan beberapa cekungan dengan pengendapan laut, di mana pada saat itu di sepanjang tepi sahara terutama terjadi endapan yang bersifat pasiran di bagian tepi yang makin ke tenagh cekungan membentuk batugamping dan dolomit dengan fosil Orbitolina dan Rudistae. 




Eropa dan afrika bagian utara pada saat zaman kapur atas(kiri) dan zaman
                 kapur bawah (kanan).
 

Featured Post

TEKNIK DETERMINASI

Siapkan perlengkapan untuk determinasi sebagai berikut: Mikroskop binokuler Tray yang berlubang-lubang kecil dengan dasar h...