9/29/16

Globorotalia tumida

Deskripsi
Hasil gambar untuk Globorotalia tumidaTest moderately low  trochospiral (terputar tidak pada satu bidang datar),  pada sisi spiral lebih cembung dari pada sisi umbilical ,rata, equatorial periphery subcircular–agak lobulated pada tahap akhir; periphery berada disekitar atau sepanjang sumbu mempunyai bentuk lancip dan massive keel.
Dinding test penuh dengan lubang-lubang halus, tebal,  sebagian besar permukaan test halus, kecuali pada sisi umbilical kamar pertama pada putaran akhir dan garis tepi umbilical pada kamar berikutnya yang pustulose (Bentuk pada permukaan cangkang berupa tonjolan kecil-kecil yang mempunyai pusat cekungan akibat dari duri-duri yang menyatu).
Kamar-kamar test  rata,   tersusun dalam 3putaran ; 6 kamar dari putaran terakhir bertambah dalam ukurannya.
Sutur  pada sisi spiral melengkung halus, kemudian lebih melengkung tegas.
Umbilicus   sempit, dalam.
Apertur interiomarginal, extraumbilical-umbilical, melengkung kuat, pada bagian tepinya mempunyai bibir yang tebal.

Catatan tambahan:-

Globigerinoides immaturus

Deskripsi:
Hasil gambar untuk Globigerinoides immaturusTest trochospiral (terputar tidak pada satu bidang datar) biconvex tidak sama , equatorial periphery lobulated; periphery berada disekitar atau sepanjang sumbu mempunyai bentuk bulat.
Dinding test sangat jelas penuh dengan lubang-lubang.
Kamar-kamar test  berbentuk bulat,  tersusun dalam 3- setebgah putaran ; 3 kamar dari putaran terakhir bertambah dalam ukuran.
Sutur  pada spiral agak melengkung, tertekan, pada sisi umbilical, agak tertekan
Umbilicus agak sempit.
Primary Apertur interiomarginal, umbilical, melengkung lemah-sedang pada tepi lingkaran, beberapa kamar terakhir menunjukan secondary sutural apertur yang berlawanan dengan apertur utama.
Catatan tambahan: -


Sphaeroidinella subdehiscen

Penulis,2016 
Deskripsi:
Test low trochospiral (terputar tidak pada satu bidang datar) tersusun rapat , equatorial periphery agak lobulated; periphery berada disekitar atau sepanjang sumbu mempunyai bentuk bulat.
Dinding test utama penuh dengan lubang-lubang kasar,  permukaan test halus.
Kamar-kamar test  berbentuk agak bulat sampai elongate,  Tersusun dalam 3 putaran ; 3 kamar dari putaran terakhir bertambah agak lambat dalam ukuran.
Sutur  hampir lurus pada spiral dan sisi umbilical, agak tertekan
Apertur interiomarginal (Posisi apertur bukaan pada bagian dasar test pada tepi kamar akhir, sepanjang sutur akhir), umbilical  (Posisi apertur pada awal test) melengkung lemah, dan garis tepi telah menjadi tebal.

Catatan tambahan: spesies ini berbeda dengan Sphaeroidinella dehiscens (PARKER and JONES)  oleh sutur yang berbeda, tidak adanya supplementary aperturs, agak lebih lobulated, dan umumnya testnya lebih kecil.

Globigerinoides sacculiferus

Hasil gambar untuk Globigerinoides sacculiferDeskripsi:
Test trochospiral (terputar tidak pada satu bidang datar),biconvex, equatorial periphery terlihat lobulated; periphery berada disekitar atau sepanjang sumbu mempunyai bentuk bulat sampai subangular pada kamar terakhir.
Dinding test terlihat jelas berlubang, permukaan test berbintik-bintik.
Kamar-kamar test  berbentuk bulat, kecuali pada kamar terakhir yang lancip,  Tersusun dalam 3-setengah putaran-4 putaran, ; 3-4 kamar dari putaran terakhir bertambah secara moderately.
Sutur pada sisi spiral agak melengkung -radial, tertekan, umbilical pada sisi radial tertekan/rata.
Umbilicus  agak sempit
Primary Apertur (Lubang bukaan utama terletak dibagian luar kamar akhir dari test) interiomarginal (Posisi apertur bukaan pada bagian dasar test pada tepi kamar akhir, sepanjang sutur akhir), umbilical  (Posisi apertur pada awal test) terlihat jelas lenkungan pada tepian lingkaran.

Catatan tambahan: -

BIODATA FACHROEL AZIS (Profesor Riset Emeritus Paleontologi vetebrata Indonesia)

Sebagai Professor riset bidang paleontologi vertebrata, keahlianProf. Fachroel Aziz sangat langka di Indonesia dan terkemuka di tingkat internasional. Tak hanya didapuk sebagai dewan penasihatInternational Association for Study of Human Fossil UNESCO (sejak 1995), Beliau pernah menjadi penasihat ahli untuk National Museum of Science and Nature, Tokyo (1995-2011) dan The Reviving Pithecanthropus Exhibition di National Science Museum, Tokyo (1996). Seharusnya pensiun sejak 2011, masa baktinya berlanjut hingga kini karena belum ada pengganti. Hal ini pula yang mengganggu pikiran Beliau. (http://serabi-indonesia.blogspot.co.id/2014/05/fachroel-aziz-tak-khawatir-jadi.html)

Nama                :    Prof.Dr.H.Fachroel Aziz  (Profesor riset emeritus dari Badan Geologi)
Kelahiran          :    Siak Sri Indrapura, Riau pada tanggal 31 Maret 1946.
Almamater        :    Akademi Geologi dan Pertambangan (AGP) 
                             (5 Tahun   1965-1970)
     Pernah diterima sebagai mahasiswa di Akademi Tekstil Bandung
     S2 (Paleontology Vetebrata)  Universitas Utrecht, Belanda
     S3 Universitas Kyoto, Jepang
Pengalaman kerja : di Total, Jambi 1972
Orasi ilmiah berjudul "Evolusi dan Paleontologi Vertebrata Indonesia: Perspektif Perubahan Iklim" dalam pengukuhan dirinya sebagai profesor riset di Auditorium Badan Geologi
Catatan            : Telah menyinggahi 50 negara di seluruh dunia atas undangan dan biaya negera                                      pengundung

Featured Post

TEKNIK DETERMINASI

Siapkan perlengkapan untuk determinasi sebagai berikut: Mikroskop binokuler Tray yang berlubang-lubang kecil dengan dasar h...