6/16/17

BARANG-BARANG SEPELE YANG BERMANFAAT BAGI GEOLOGIST SAAT DI LAPANGAN

Saat Geologist go to field umumnya hanya membawah barang-barang standar untuk observasi dan pengambilan sampel. Kejadian tidak terduga seringkali terjadi namun seringkali juga tidak.
Berikut ini barang-barang sepele yang bermanfaat saat geologist berada di lapangan (Bukan di base Camp)

1. Tea ( Tea Sariwangi yang sudah jadi/siap diminum) (Tea bisa berfungsi sebagai penahan racun ular, jika Anda digigit ular, siramkan tea di tempat gigitan ular tersebut. Tea bisa menahan racun ular atau dapat menormalkan untuk sementara racun tersebut sambil kita membawa korban ke PUSKESMAS/ RS terdekat.)


Hasil gambar untuk Tea sariwangiHasil gambar untuk geologist bite a snake cartoonHasil gambar untuk People flush tea on the body of others cartoon


2. Silet (Silet dalam keadaan genting bisa dimanfaatkan sebagai penunjuk arah utara (Silet Goal) (Geologist jarang kehilangan arah/tersesat; meskipun kompas rusak, GPS tidak berfungsi dll, namun bisa kembali dengan selamat ke tempat tujuan. Hal ini mungkin disebabkan geologist punya daya ingat yang tinggi)) 

Hasil gambar untuk silet goalHasil gambar untuk geologist cartoon

3.  Tisu Basa/Kering (Fungsi tisu sebenarnya banyak untuk kebersihan diri, misalnya kita mau BAB namun ditempat itu tak ada air (Tisu basa Cussons bisa jadi solusi dalam pembersihan)

Hasil gambar untuk tisu basah cussonsGambar terkait





4. Payung (Payung  bisa menjadi tempat kita bertedu di tengah terik matahari saat observasi, seperti yang dibahas pada artikel sebelumnya paparan sinar matahari bisa menyembakan kanker pada geologist saat berada di lapangan) 

Hasil gambar untuk field geologist umbrella

5. Hand sanitizer (Hand sanitizer seperti lifebuoy  bisa kita gunakan di lapangan untuk membersikan tangan dari kotoran selesai mengorek-gorek sampel. Hand sanitizer lifebuoy dapat menghilangkan kuman 99,9 % di tengan kita sebelum kita makan )
Hasil gambar untuk www.lifebuoy.co.id sanitizerHasil gambar untuk washing hands in field cartoon
6. Kantong Sampah (Saat dilapangan jangan buang sampah sembarangan, jika mau buang sampah buang saja dalam tas, kalau tidak mau tas kalian kotor, pakailah kantong sampah.)

Hasil gambar untuk mini garbage bags nature cartoonHasil gambar untuk garbage bags  cartoon

6/12/17

Fosil Manusia Purba Tertua Ditemukan, Teori Homo Sapiens Berubah

Fosil Manusia Purba Tertua Ditemukan, Teori Homo Sapiens Berubah
Fosil manusia purba modern (Homo sapiens) tertua berumur 300 ribu tahun. sciencealert.com. (Dikutip dari Tempo)

TEMPO.CO, Munchen - Fosil manusia purba modern (Homo sapiens) tertua kembali terungkap. Kali ini, ilmuwan berhasil mengungkap fosil H. sapiens berumur 300 ribu tahun. Ini 100 ribu tahun lebih tua ketimbang fosil H. sapiens yang pernah ditemukan. 


Ilmuwan menemukannya pertama kali pada 2004 di Situs Jebel Irhoud, Maroko. Pada penggalian kala itu mereka menemukan tengkorak, tulang tungkai, dan gigi. Fosil ini berasal dari tiga orang dewasa, satu remaja, dan satu anak-anak berumur sekitar delapan tahun.

"Tengkorak ini mirip dengan kita, hanya tempat otaknya berbentuk memanjang. Itu menunjukkan evolusi awal dari tempurung otak yang ada saat ini," tulis para ilmuwan dalam jurnal Nature edisi 7 juni 2017. Artikel tersebut berjudul "New fossils from Jebel Irhoud, Morocco and the pan-African origin of Homo sapiens".


Manusia Maroko ini memikili bentuk otak memanjang, tidak bulat seperti yang ada di manusia masa kini. Ahli paleoantropologi Max Planck Institute, Phillip Gunz, anggota tim, menyatakan bentuk wajah seperti itu sudah ada sejak lama di H. sapiens. Mungkin, kata dia, bentuk otak dan fungsinya berevolusi belakangan.

Sebelumnya, para arkeolog berpikir bahwa spesies H. sapiens tertua berasal dari Situs Omo Kibish di Ethiopia. Fosil yang pernah ditemukan di sana berumur 195 ribu tahun. Temuan ini membuat para ilmuwan berpikir bahwa manusia purba modern berasal dari Afrika timur.



Namun, data terbaru dari Situs Jebel Irhoud jelas mematahkan teori tersebut. "H.sapiens menyebar ke seluruh benua Afrika," kata ahli paleontologi dari Max Planck Institute for Evolutionary Anthropology, Jean-Jacques Hublin, yang juga anggota tim studi, seperti dikutip dari laman berita Science Alert.


Fosil manusia purba Maroko ini ditemukan dari satu lapisan tanah dengan tulang hewan, seperti kijang dan zebra. Juga, dengan perkakas baru yang berbentuk mata tombak dan pisau, serta sisa-sisa pembakaran kayu. Dari sisa-sisa bahan organik itulah umur fosil dapat diketahui.



Spesies H. sapiens merupakan satu-satunya manusia yang tertinggal. Sekitar 300 ribu tahun lalu, mereka mungkin berbagi tempat hidup dengan saudara yang ada di daratan Eurasia, H. neanderhalensis, dan manusia Denisova, subspesies H. sapiens.



Ilmuwan memprediksi H. sapiens pertama kali muncul tak lebih dari 650 ribu tahun lalu. Atau saat garis evolusi terbagi menjadi dua: H. sapiens dan H. neanderthalensis. 



Yang jelas temuan ini masih menyisakan misteri. Sebab, kalau dilihat karakteristik semua fosilmanusia purba yang pernah ditemukan, masing-masing memiliki fitur yang sama antara manusia purba modern dan manusia Neanderthal.




Belum ada bukti fosil yang kuat apakah keduanya pernah bertemu dan kawin-mawin, yang akhirnya mengaduk populasi di masing-masing spesies. Atau, perubahan dan fitur yang mirip tersebut karena evolusi panjang.


Sumber : Tempo. Co. Tekno JUM'AT, 09 JUNI 2017 | 11:55 WIB

3/16/17

GLOBAL GEOMORPHOLOGY

Foto ‎Geo Pedia مجلة الجيولوجيا.علوم المنوفية‎.

Part I ☞ Introduction 
1. Approaches to geomorphology

Part II ☞ Endogenic processes and landforms 
2. Global morphology and tectonics 
3. Landforms and tectonics of plate margins 
4. Landforms and tectonics of plate interiors 
5. Landforms associated with igneous activity 

Part III ☞ Exogenic processes and landforms 
6. Weathering and associated landforms 
7. Slope processes and forms 
8. Fluvial processes 
9. Fluvial landforms 
10. Aeolian processes and landforms 
11. Glacial processes and landforms 
12. Periglacial processes and landforms 
13. Coastal processes and landforms 
14. Climate, climatic change and landform development 

Part IV ☞ Endogenic-exogenic interactions 
15. Rates of uplift and denudation 
16. Tectonics and drainage development 
17. Sea-level change 
18. Long-term landscape development 

Part V ☞ Extraterrestrial landforms 
19. Planetary geomorphology 

✸✸ OVERVIEW ✸✸

➤ This innovative text provides a comprehensive introduction to the subject of global geomorphology, with the emphasis placed on large-scale processes and phenomena. Integrating global tectonics into the study of landforms and incorporating planetary geomorphology as a major component the author discusses the impact of climatic change and the role of catastrophic events on landform genesis and includes a comprehensive study of surface geomorphic processes. 
DOWNLOAD
http://www.mediafire.com/file/yzia8a6ia6vaghs/Global_Geomorphology_%5BMichael_A._Summerfield%2C_2013%5D_%

FUDAMENTALS of INVERTEBRATE PALEONTOLOGY (MACROFOSSILS)

INTRODUCING MINERALOGY

Foto ‎Geo Pedia مجلة الجيولوجيا.علوم المنوفية‎.
1☞ The basics of mineralogy; 
2☞ Typical mineral occurrences; 
3☞ Atypical concentrations of minerals; 
4☞ Mineral collecting: where science and leisure overlap; 
5☞ Studying mineral assemblages and parageneses; 
6☞ Uses of minerals; 
7☞ Minerals and the environment. Epilogue. Glossary. Further reading and resources.

✸✸ OVERVIEW ✸✸
➤ this book introduces the essence of mineralogy. It begins with the basic chemistry of minerals and the way in which the mineral kingdom is classified. It then considers mineral occurrences, both typical, such as the minerals that largely make up common rocks like granite, and atypical, such as concentrations of rare metals in ore-deposits. The ways in which minerals are studied - using microscopes and the importance of careful observation and interpretation - are discussed, and the topics of mineral collecting and related issues are addressed. The final chapters of the book explore the uses of minerals, both industrial and scientific, and take a look at environmental issues associated with mineral extraction and usage. 
DOWNLOAD
http://www.mediafire.com/file/hj02np4xcd55o82/Introducing_Mineralogy_%5BJ

IRON ORE

Foto ‎Geo Pedia مجلة الجيولوجيا.علوم المنوفية‎.

1: Introduction☞ overview of the global iron ore industry
Part One☞ Characterization and analysis of iron ore
2☞ Mineralogical, chemical, and physical characteristics of iron ore
3☞ XRD analysis and evaluation of iron ores and sinters
4☞ Automated optical image analysis of natural and sintered iron ore
5☞ Quantitative analysis of iron ore using SEM-based technologies
6☞ Characterization of iron ore by visible and infrared reflectance and, Raman spectroscopies
7☞ Iron ore extraction techniques
8☞ Developments in iron ore comminution and classification technologies
9☞ Developments in the physical separation of iron ore: magnetic separation
10☞ Developments in nonmagnetic physical separation technologies for hematitic/goethitic iron ore
11☞ Developments in the physiochemical separation of iron ore
12☞ Developments in chemical separation of iron ore
13☞ Application of biotechnology in iron ore beneficiation
Part Three: Iron ore agglomeration processes and blast furnace iron-making technology
14☞ Iron ore sintering
15☞ Iron ore pelletization
16☞ Quality requirements of iron ore for iron production
17☞ Recent developments in blast furnace iron-making technology
Part Four☞ Environmental issues and low emission technologies
18☞ Sintering emissions and their mitigation technologies
19☞ Utilization of biomass as an alternative fuel in ironmaking
20☞ Life cycle assessment of iron ore mining and processing

DOWNLOAD
http://www.mediafire.com/file/dm5a6w0ab9s4ka3/Iron_Ore%2C_mineralogy%2C_processing_and_environmental_sustainability_%5BLiming

ISOTOPE GEOCHEMISTRY

Foto ‎Geo Pedia مجلة الجيولوجيا.علوم المنوفية‎.

Chapter 1: Atoms and nuclei: their physics and origins
Chapter 2: Decay systems and geochronology I
Chapter 3: Decay systems and geochronology II: U and Th
Chapter 4: Geochronology III: other dating methods
Chapter 5: Isotope cosmochemistry
Chapter 6: Radiogenic isotope geochemistry of the mantle
Chapter 7: Radiogenic isotope geochemistry of the continental crust and the oceans
Chapter 8: Stable isotope geochemistry I: Theory
Chapter 9: Stable isotope geochemistry II: High temperature applications
Chapter 10: Stable isotope geochemistry III: Low temperature applications
Chapter 11: Unconventional isotopes and approaches
Chapter 12: Noble gas isotope geochemistry
✸✸ OVERVIEW ✸✸
➤ This book provides a comprehensive introduction to radiogenic and stable isotope geochemistry.
DOWNLOAD

2/24/17

GLOBOROTALIA ARCHEOMENARDII BOLLI 1957

Globorotalia archeomenardii BOLLI  1957
Referensi: Postuma Cenozoic halaman 316
Umur: N8-9 (Tentative correlation with European time-scale)
Zona Markers: -
Lokasi: Daerah Parengan LP 1
Batuan: Kalkarenit Lidah
Perbesaran mikroskop: 30 X
Deskripsi:
Test low trochospiral (terputar tidak pada satu bidang datar), biconvex (dwicembung), pipih, equatorial periphery (posisi apertur simetri, tepat diatas tepi periphery dari putaran awal cangkang planispiral) agak lobulated; periphery berada disekitar atau sepanjang sumbu lancip dengan/ tidak serupa dengan pseudo-keel.
Dinding test penuh dengan lubang-lubang yang kecil dengan permukaan yang halus.
Kamar-kamar test sangat pipih, tersusun dalam 3 putran; 4-5 kamar putaran terakhir bertambah dengan cepat dalam ukuran.
Sutur melengkung kuat, ramping tertekan sama rata/tinggi; umbilical (Posisi apertur pada awal test) pada sisi radial agak melengkung, tertekan.
Umbilicus  (Ruang yang dibentuk oleh tepi bagian dalam dinding umbilical dari kamar-kamar dalam suatu putaran yang sama) kecil, agak dangkal.
Apertur interiomarginal (Posisi apertur bukaan pada bagian dasar cangkang pada tepi kamar akhir, sepanjang sutur akhir), extraumbilical (Posisi apertur pada kamar akhir disepanjang sutura antara umbilicus dan periphery) dengan  low slit (Bentuk pipih memanjang)
Catatan tambahan: Globorotalia archeomenardii dapat dibedahkan dari Gt. menardii dan Gt. praemenardii yaitu lebih banyak cembung pada sisi spiral, kurang lobulated dan kecil



Featured Post

TEKNIK DETERMINASI

Siapkan perlengkapan untuk determinasi sebagai berikut: Mikroskop binokuler Tray yang berlubang-lubang kecil dengan dasar h...