8/22/15

PETUNJUK MENILAI KOMPLEKSITAS PETA GEOLOGI SUATU DAERAH

Peta geologi merupakan peta yang memuat informasi geologi yang ada di suatu daerah. Peta geologi yang baik adalah peta geologi yang mudah dikenal dan dapat dibaca ketinggian suatu tempat.  Untuk memenuhi keinginan tersebut maka  sebaiknya anda membuat peta geologi  dengan  peta dasar peta  topografi.
Timbul pertanyaan, bagaimana cara mengetahui keberadaan bahan galian  dengan melihat peta geologi. Uraian berikut, akan  menjawab dan memperjelas pertanyaan tersebut diatas.

Makin kompleks peta geologi suatu daerah akan menunjukkan makin bervariasi bahan
galian yang ditemuinya.
Untuk mengetahui kualitas suatu bahan galian, anda harus datang ke lapangan dan
mengambil contohnya kemudian dilakukan pemeriksaan laboratorium

Timbul pertanyaan bagaimana  caranya mengetahui kompleksitas  suatu daerah dari
sebuah peta geologi ?.

https://nrahmahanifa.files.wordpress.com/2011/10/collisionzone-turkey.jpgBerikut diberikan petunjuk ringkas (hint) bagaimana anda menilai kompleksitas peta geologi suatu daerah.

(1). Perhatikan berbagai jenis lithologi/jenis batuan yang digambarkan pada peta geologi.
·         Jenis-jenis lithologi yang terdapat pada  peta geologi suatu daerah dapat dilihat dari warna-warna yang tergambarkan pada peta geologi yang bersangkutan
·         Makin banyak warna yang tergambarkan pada peta geologi akan makin banyak variasi lithologi yang ada didaerah tersebut.
·         Pada umumnya makin banyak variasi lithologinya, di daerah tersebut makin kaya akan bahan galian
·         Warna yang me-representasi-kan batuan beku menunjukkan keberadaan bahan galian batuan beku sebagai bahan bangunan fisik, pasir gunung api, kadang-kadang dijumpai belerang dan mata air panas.  Daerah batuan beku juga menunjukkan daerah mineralisasi logam-logam tertentu.
·         Daerah batuan beku dikombinasikan dengan keberadaan hutan yang lebat dapat dipakai sebagai indikator kekayaan air tanah dangkal maupun air tanah dalam
·         Warna yang me-representasi-kan batugamping menunjukkan keberadaan bahan galian batugamping, bahan galian phospat dalam bentuk phospat guano, bahan galian kalsit, kadang-kadang terdapat bahan galian mangaan.
·         Warna yang me-repesentasi-kan  batuan sedimen lunak menunjukkan keberadaan batulempung yang dapat dimanfaatkan sebagai  bahan baku sement Portland atau bahan baku keramik/bata merah

(2). Perhatikan berbagai macam garis-garis yang terdapat pada peta geologi
·              Garis-garis tersebut akan me-representasi-kan berbagai macam struktur geologi
·         Struktur geologi  tersebut antara  lain struktur patahan (yang digambarkan dengan garis-garis yang  relatif lurus), dan struktur perlipatan (bentuk struktur antiklin dan struktur sinklin)
·         Garis-garis yang me-representasi-kan Jalur-jalur patahan merupakan daerah yang potensial terjadi gerakan tanah/gempa bumi ataupun merupakan tempat-tempat kemunculan mata air tanah dangkal. Daerah yang demikian juga potensial terjadinya gerakan tanah.
·         Gempa tektonik yang terjadi akahir-akhir ini ternyata “dapat mengaktifkan kembali” struktur patahan yang semula diduga sudah tidak aktif,
Contohnya antara lain struktur patahan Sungai Opak di Yogyakarta, struktur patahan Semangko di Sumatera.
·         Pada umumnya, makin kompleks struktur geologi suatu daerah makin bervariasi bahan galian yang terdapat di daerah tersebut
·         Garis-garis yang me-representasi-kan struktur sinklin mengindikasikan daerah yang kaya akan air tanah dangkal
·         Garis-garis yang me-representasi-kan struktur antiklin dengan kondisi geologi tertentu menunjukkan potensi kemungkinan terdapat endapan minyak dan gas bumi.

Catatan
Kenampakan apa yang tercantum pada no.1, dan 2, dapat dilihat pada kolom legenda peta geologi daerah yang bersangkutan.
Faktor-faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri  mengindikasikan potensi bahan galian tertentu atau bersinergi satu sama lain mengindikasikan potensi bahan galian secara bersinergi

Dari uraian tersebut diatas, dengan ilmu geologi khususnya kemampuan membaca peta geologi, sudah dapat mengarahkan pada  anda kira-kira jenis bahan galian apa yang akan didapatkan disuatu daerah. Interpretasi ini akan lebih tajam bila didampingi dengan interpretasi foto udara daerah yang bersangkutan. Untuk meyakinkan bahan galian apa saja yang terdapat di suatu daerah anda wajib melakukan penelitian lapangan.
Hal ini sangat dianjurkan karena proses mineralisasi/pembentukan mineral logam tidak dimungkinkan dapat diketahui dari peta topografi maupun dari foto udara.


Komposisi Test Foraminifera Planktonik



Berdasarkan komposisi test foraminifera dapat dikelompokan menjadi empat yaitu : dinding khitin, arenaseous, siliseous dan gampingan. Dari keempat komposisi dinding tersebut, komposisi dinding gampinganlah yang umum dijumpai pada sebagian besar pada foraminifera planktonik, dan dinding gampingan dapat dibagi menjadi empat bagian yaitu :

  • ·         Gampingan porselen, adalah dinding gampingan yang tidak berpori, mempunyai kenampakan seperti pada porselen, bila kena sinar langsung berwarna putih opaque

  • ·         Gamping granular, adalah dinding yang terdiri dari Kristal kalsit yang granular.

  • ·         Gamping komplek, adalah dinding dijumpai berlapis, kadang-kadang terdiri dari satu sampai empat lapis yang homogen.

  • ·         Gamping hialin, terdiri dari zat-zat gampingan yang transparan dan berpori (kebanyakan foraminifera planktonik mempunyai dinding seperti ini)

Apertur Foraminifera Planktonik



http://woostergeologists.scotblogs.wooster.edu/files/2013/07/Globorotalia_inflata.jpg
Apertur adalah lubang utama dari test foraminifera yang terletak pada kamar terakhir. Khusus apertur foraminifera planktonik bentuk  maupun variasinya lebih sederhana. Apertur  pada foraminifera planktonik dibagi menjadi tiga yaitu:
·         Primary aperture interiomarginal digolongkan kedalam tiga bagian :
o   Primary aperture interiomarginalumbilical, adalah apertur utama interiomarginal yang terletak pada daerah umbilikus atau pusat putaran.
o   Primary aperture interiomarginalumbilical extra umbilical, adalah apertur utama interiomarginal yang terletak pada daerah umbilikus dan melebar sampai ke peri-peri.
o   Primary aperture interimarginalequatorial, adalah apertur utama intriomarginal yang terletak pada daerah ekuator, dengan ciri-ciri dari samping kelihatan simetri dan hanya dijumpai pada susunan kamar planispiral yang mana ekuator merupakan batas putaran akhir dengan putaran sebelum peri-peri.

·         Secondary aperture, merupakan lubang lain dari apertur utama dan lebih kecil atau lubang tambahan dari apertur utama.

·         Accessory aperture, adalah merupakan apertur sekunder yang terletak pada struktur aksesoris atau apertur  tambahan.
 

Susunan Kamar Foraminifera Planktonik



Susunan kamar pada foraminifera planktonik dapat dibagi menjadi tiga bentuk yaitu :

 http://www.foraminifera.eu/singimg/CG2010_BOOK_02_Pl_06-e.jpg


  • ·         Planispiral, bentuk kamar ini terputar pada satu bidang dan semua kamarnya dapat terlihat,   juga  jumlah kamar ventral dan dorsanya sama.

  • ·         Trocospiral, terputar tidak pada satu bidang dan tidak semua kamar
terlihat serta jumlah kamar ventral dan dorsal tidak sama.
  • ·         Streptospiral, bentuk kamar awalnya berbentuk trochospiral, kemudian menjadi planispiral, sehingga menutupi sebagian atau seluruh kamar-kamar sebelumnya.

Featured Post

TEKNIK DETERMINASI

Siapkan perlengkapan untuk determinasi sebagai berikut: Mikroskop binokuler Tray yang berlubang-lubang kecil dengan dasar h...