9/20/14

Globigerinoides primordius Blow and Banner

Globigerinoides primordius Blow and Banner (hlm 298 postuma)
Tipe Lokasi : Trinidad
Diagnosis : Test Trochospiral, Biconvex tidak sama, peri-pHeri equatorial lobulated
jelas, axial peri-pheri mempunyai bentuk yang bulat.
Dinding penuh dengan lubang, permukaannya berbintik-bintik
Kamar-kamarnya mengembang, subglobular, tersusun/ tertata dalam 2-3 putaran dengan 4 kamar dalam putaran terakhir, yang betambah cempat dalam ukurannya.
Sutur-sutur dalam melingkar dan sisi umbilical radial-subradial, tertekan.
Umbilicus sempit
Aperture yaitu Primary aperture interiomarginal, umbilical, melengkung lemah- sedang, dibatasi oleh bibir/tepi: yang lemah; hanya 1 dari kedua sutural aperture yang ada/ yang memperlihatkan batas tersebut.
Stratigrafi & distribusi : Base Globorotali kugleri zone into lower part Globigerinoides trilobus zone. Questionable occurrence in uppermost part Globigerina ampliapertura zone and middle part G. trilobus zone.

Catapsydrax dissimilis (CUSHMAN and BERMUDEZ)

Catapsydrax dissimilis (CUSHMAN and BERMUDEZ) (hlm 256 postuma)

Tipe lokasi : Bermudez ,Provinsi Habana, Kuba
Diagnosis : Test trokospiral lemah-sedang, sisi spiral sedikit convex, sisi umblical menguat convex; peri-pheri ekuatorial lobulated; peri-pheri axial mempunyai bentuk yang bulat dan lebar.
Dinding penuh lubang-lubang yang jelas, permukaan berbintik-bintik
Kamar berbentuk bola, kamar terkahir agak secara menyamping padat/tipis dan pipih, tersususn atau tertata dalam 3 putaraan ; 4 putaran kamar-kamar terakhir bertambah ukuran; dan kamar terkakhir agak terlalau turun dalam ukurannya.
Suture dalam sisi spiral bengkok –agak bengkok, tertekan ; sisi bagian dalam umbilical radial, tertekan
Aperture yaitu primary aperture interiomarginal, umbilical, dalam akhir pertumbuhan yang ditutupi oleh satu umbilical bulla, dengan 2-4 hiasan infralaminal apertures
Stratigrafi & distribusi : Upper part Globigerina angulisuturalis zone to op of Globigerinoides trilobus zone. Catapsydrax cf. dissimilis ranges throughout the Globierina ampliapertura zone and the lower part of the G. angulisuturalis zone.

9/17/14

Globorotalia kugleri Bolli

Globorotalia kugleri Bolli (Hlm 324)
Tipe lokasi : Dekat San Fernando Bagian Barat Trinidad
Diagnosis : Test trochospiral sangat rendah, biconvex tidak sama, peri-peri ekuatorial
agat lobulated: Periperi aksial rounded atau kecenderungan untuk menjadi
subangular.
Dinding penuh dengan lubang yang jelas, permukaan pada kamar yang muda
bisa sangat agak kasar pada on umbilical side, disamping kamar-kamar
halus.
Kamar ovate, tersusun dalam tiga putaran; enam-delapan kamar terakhir
terputar melambat dalam ukurannya.
Sutures on spiral side curved, tertekan; on umbilical side radial, tertekan
jelas.
Umbilicus agak sempit
Aperture interiomarginal, extraumbilical-umbilical, dengan lengkungan yang
jelas, dibatasi oleh bibir.
Stratigrafi.distribusi : Base of Globorotalia kugleri zone into lowermost part of Globigerinoides trilobus zone questionable occurance in rest of lower part of G. trilobus zone.

Globoquadrina dehiscens

Globoquadrina dehiscens (CHAPMAN, PARR and COLLINS) (hlm 312)
Tipe Lokasi : Kackeraboite Creek, Port Phillip area, Victoria, Australia
Diagnosis : Test trokospiral rendah, sisi spiral datar, sisi umbilical menguat konvex; ekuator
Periphery agat lobulated, subquadrate; axial periphery melebar rounded, dengan
dorso-peripheri ketepi-tepinya.
Dinding penuh dengan lubang-lubang yang jelas, permukaan berbintik-bintik,
kasar dekat di tepi-tepinya pada kamar-kamar.
Kamar-kamar bagian awal berbentuk bola, diakhir putaran menguat mepet kea
rah samping dengan subrounded di tepinya berbentuk angular, tersusun dalam
empat putaran; empat kamar pada akhir putara dan bertumbuh dengan cepat
dalam ukuran dan tingginya.
Suture on spiral side agak bergaris melengkung sampai radial, tertekan; on
umbilcal side radial, tertekan.
Umbilikus sempit agak baik, lebar dan dalam.
Aperture interiomarginal, umbilical, dengan melengkung lemah-sedang, tertutup
oleh elongate, gigi seperti penutup.
Stra.distri : Upper part of Globigerina trilobus zone into lower part of Globorotalia
acostensis zone. Questionable occurance in upper part of G. acostensis zone to
top of Globoqudrina altispira zona

PERBEDAAN ANTARA ILMU DAN TEKNOLOGI

PERBEDAAN
ILMU
TEKNOLOGI
Tujuan
Mencari penjelasan & memper dalam pengetahuan Menciptakan barang
Hasil
Karya tulis ilmiah Barang
Lingkungan
Kebudayaan umum, khususnya teknologi Kebudayaan umum, khususnya ilmu
Sumber
Pengetahuan yang anda Berbagai sumber alam, mc & pengetahuan
Aktivitas
Penelitian Pembikinan sampai produksi
kontrol
Berdasarkan umpan balik peralatan keilmuan Berdasarkan umpan balik ilmu pengetahuan
Motivasi
Keingintahuan & pengembangan pengetahuan Pemanfaatan / pengembangan produk baru
Focus
Pemahaman pengetahuan dalam budi pekerti Pengunaan efektifitas dan tindakan
Ideal
Kebenaran Efesiensi
Ciri keluasan
Suprarasional Terikat keadaan setempat
Status
Penyebarluasan secara terbuka Pendaftaraan hak paten
Komunikasi
Publikasi karya ilmiah Pemberitahuaan iklan


8/20/14

FOSIL TUMBUHAN (PALEOBOTANI) DAN TUJUAN MEMPELAJARINYA


TEKNIK KOLEKSI FOSIL SERBUK SARI DAN SPORA




















TEKNIK PREPARASI FOSIL SERBUK SARI DAN PENGAMATAN PREPARAT FOSIL SERBUK SARI



Metode pembuatan preparat fosil tumbuhan


  1. Metode gosok
Batuan yang mengandung fosil (coal ball) dipotong untuk mendapatkan penampang fosil. Selanjutnya permukaannya diratakan dengan cara menggosokkannya pada bubuk karborundum (silikon karbida) yang diletakkan pacta permukaan kaca dan dibasahi dengan air. Potongan batuan yang sudah dihaluskan permukaannya tersebut kemudian ditempelkan pacta gelas benda dengan menggunakan perekat resin. Selanjutnya batuan dipotong tipis, dan setelah permukaannya dihaluskan, bagian atasnya ditutup dengan gelas penutup.
  1. Metode sayat
Pembuatan preparat fosil dengan metode sayat dibedakan menjadi dua macam teknik, yaitu: teknik cairan dan teknik lembaran.
Teknik cairan
Potongan batuan yang permukaannya telah diratakan dengan bubuk karborundum diletakkan dalam baki yang terbuat dari kaca, yang diisi dengan kerikil dari bahan silika, serta asam klorida 2 - 3%. Proses ini dinamakan etching, yang bertujuan melarutkan matriks yang berada di sekitar fosil. Setelah dibersihkan dengan air, maka pada bagian permukaan batuan yang ada fosilnya dituangkan larutan Darrah, dengan terlebih dahulu dibasahi dengan butil asetat. Komposisi larutan Darrah per 1 liter adalah:
a. Parlodion 28 g
b. Butil asetat 250 ml
c. Amil alkohol 30 ml
d. Xylol 10 ml
e. Minyak kastor / minyak jarak 3 ml
f. Eter 3 ml.

Larutan terdsebut didiamkan selarna 12 - 20 jam hingga mengering, untuk selanjutnya dapat dilepas sehingga bagian fosil tumbuhan akan terikut pada lapisan yang dikelupas tersebut.
Teknik lembaran
Langkah kerja yang dilakukan hingga proses etching adalah sarna dengan pada teknik cairan. Selanjutnya permukaan fosil ditutup dengan lembaran selulosa asetat (ketebalan 0,003 inchi), dengan terlebih dulu dibasahi dengan aseton. Lembaran selulosa asetat dibiarkan selama 30 menit, dan kemudian dilepas untuk mendapatkan penampang fosil.


Featured Post

TEKNIK DETERMINASI

Siapkan perlengkapan untuk determinasi sebagai berikut: Mikroskop binokuler Tray yang berlubang-lubang kecil dengan dasar h...